Jalan-Jalan KeNai

Blog family traveling tentang adventure, kuliner, hotel, dan tips perjalanan

Tips Membuat Travel Blog

"Yah, boleh gak Bunda dibikinin 1 blog TLD lagi? Kali ini khusus tentang travel."

Saya ngeblog sejak tahun akhir tahun 2007. Tentunya bukan di blog ini. Blog pertama saya di www.kekenaima.com. Blog tersebut masih aktif sampai sekarang.

Pertama kali ngeblog, saya gak tau apapun istilah di dunia blog. Taunya cuma nulis dan publish. Saya hanya menulis pengalaman pribadi sebagai seorang ibu dan keseharian anak-anak. Jadi semacam diary online. Ya itupun karena saya gak tau kalau blog bisa di-setting privat hahaha.

Tips Membuat Travel Blog


Dulu, saya belum terlalu paham tentang EYD dan kaidah penulisan lainnya. Kalau baca tulisan-tulisan lama saya memang bikin ngikik. Bakal dikepruk editor kayaknya kalau sampai itu tulisan dikirim ke surat kabar atau penerbit. Atau malah langsung dibuang ke tong sampah 😂.

[Silakan baca: Kisah di Balik Hidangan - Food Photography and Writing Class by Harnaz]

Tetapi, karena terbaca oleh public, sejak awal saya menjaga apa yang akan saya tulis. Terlepas dari apakah akan ada yang membaca tulisan saya atau enggak. Pokoknya saya gak mau menulis sembarangan yang bikin keluarga maupun pembaca lain jadi sakit hati.

Perlahan, saya mulai mengenal lebih dalam tentang dunia blogger. Termasuk niche di mana banyak yang menganggap kalau saya ini adalah seorang parenting blogger. Saya pun mulai merapikan tampilan serta cara menulis. Apalagi sejak mulai mengenal monetizing.

Keinginan saya membuat travel blog sebetulnya berawal dari rasa gak nyaman. Saya suka ngeblog, tetapi ketika menulis catatan perjalanan mulai merasa gak nyaman menulis di blog yang pertama.

Image blog parenting/family udah berasa lumayan kuat di sana. Apapun yang saya tulis, selalu ada kaitannya dengan Keke dan Nai. Padahal ketika membuat catatan perjalanan, saya pengen juga menulis sisi lain. Misalnya, ketika usai datang ke salah satu resto, saya ingin mengulas makanan dan apapun yang ada di sana dengan detil. Tapi, kalau ditulis di blog KekeNaima, rasanya kurang pas.

Ketika semakin merasa gak nyaman, saya pun meminta suami untuk membuat TLD. Alasannya tentu aja saya kemukakan. Hingga suami pun setuju.

TLD udah dibuat, saya kembali galau ...

[Silakan baca: Sunday Sharing Blogdetik 22 - Food Photography]

Saking galaunya saya hanya menghasil 1 tulisan di pertengahan tahun. Ternyata, meskipun sudah konsisten menulis di blog parenting, gak otomatis jadi lancar ketika membuat blog lain. Sebelum ini saya udah 'beternak' beberapa blog. Setiap blog punya niche berbeda. Ada yang tentang buku, curhatan geje, dan lain sebagainya. Gak ada satupun yang berhasil saya isi dengan konsisten. Akhirnya, satu per satu blog yang saya buat itu mati. Gak ada niatan untuk menghidupkan kembali.

Tetapi, ketika ingin membuat blog dengan niche travel, kayaknya kepedean. Belum juga teruji konsisten, malah udah minta langsung dibuatkan domain ke suami. Ketika di tahun 2014 mulai agak banyak membuat konten, alasannya karena terpaksa. Iya, terpaksa menulis supaya dibolehin perpanjang domain 😅.

Itupun beberapa konten yang saya buat awalnya re-write dari blog lama. Tentu aja gak copas, tetapi menulis dari sudut pandang lain. Saya pikir, coba dulu deh setahun ini. Kalau masih gak enjoy juga, berarti memang hanya keinginan sesaat untuk membuat travel blog.

[Silakan baca: Workshop Food Photography dan Demo Memasak Bersama Best Western The Hive dan Tabloid Wanita Indonesia]

Saya juga sempat merasa galau. Sempat mikir, 'jangan-jangan hanya ingin ikut-ikutan?' Makin ke sini 'kan blog dengan niche travel semakin banyak. Sempat gak pede juga karena saya sekeluarga jalan-jalannya gak jauh kayak ke Labuan Bajo, Raja Ampat, dan banyak tempat keren lainnya di Indonesia. Ke luar negeri pun jarang *Mahal diongkos kalau perginya sekeluarga 😂

Pantes gak ya saya mengganggap diri sebagai seorang travel blogger? Kegalauan itu juga yang sempat bikin saya malas-malasan menulis.

Semangat saya mulai terpicu ketika mas Teguh Sudarisman, Travel Writer, mengatakan kalau yang namanya mengulas jalan-jalan tuh gak harus bepergian jauh. Dari sekeliling kita juga bisa banyak ditemukan hal menarik. Di Jakarta aja, ada sekitar 2000-an taman. Bila ada blogger yang membuat ulasan tentang taman-taman ini, udah bakal banyak banget tulisan yang dihasilkan.

Chi pun ikut berbagai workshop baik online maupun offline. Ikut workshop tentang mengulas kuliner, food photography, video traveling, dan lain sebagainya. Berbagai workshop seperti ini selain menambah ilmu juga menambah semangat.

Alhamdulillah, secara perlahan tetapi pasti, saya mulai menemukan 'klik' dengan blog ini. Jadi, sekarang ada 2 blog yang saya jalankan secara konsisten. Kalau disuruh memilih yang mana, saya gak bisa. Keduanya sama penting dan berharga buat saya 😄.

[Silakan baca: 7 Tips Membuat Foto Instagenic untuk Instagram ala Anak Jajan]

Berdasarkan pengalaman, saya mau berbagi tips membuat travel blog, yaitu

Niat - Segala sesuatu juga berawal dari niat. Nah, sebesar apa niatan teman-teman ketika membuat blog? Kalau bisa jangan sekadar ikut-ikutan. Tetapi, cari tau juga passionnya di mana.

Konsisten - Berdasarkan pengalaman, utamanya menjadi blogger adalah konsisten membuat konten. Blog dengan tampilan bagus, gak akan ada apa-apanya kalau diisi jarang-jarang. Coba deh mulai konsisten. Gak perlu setiap hari juga. Sebulan 3-4x pun gak apa asalkan konsisten.

Workshop - Dunia blogger itu selalu ada perkembangan setiap saat. Apalagi kalau kita udah monetize blog. Ikut berbagai workshop buat upgrade ilmu. Ya memang belum tentu setiap ilmu yang dipelajari akan terpakai terus. Saya pribadi masih belum konsisten nge-vlog. Tetapi, sesekali ikut workshopnya untuk upgrade ilmu, gak ada salahnya.

[Silakan baca: Workshop Short Travel Videography 2.0 at Aston Rasuna Hotel]

Kalau teman-teman ingin menjadi blog sebagai profesi, memang harus lebih banyak lagi yang dipertimbangkan. Bila memilih blog berplatform Wordpress, coba cari tau dulu mana hosting terbaik di Indonesia.

Sahabat KeNai tentunya pengen yang bagus, dong. Gak mau dikit-dikit kerjaan jadi terhambat gara-gara hosting. Jadi jangan asal pilih. Kalau masih bingung juga, Sahabat KeNai bisa lihat di https://www.domainesia.com/vm/

2 komentar:

  1. sekarang Chi sudah dikenal sebagai travel blogger juga ...
    walau mainnya nggak jauh2 amat tapi kan ada saja yang bisa diceritakan, paling suka kalau sudah cerita ke gunung bareng

    BalasHapus
  2. Domainesia hosting langganan saya. Gak cuma harganya yang murah tapi supportnya bagus.

    BalasHapus

Terima kasih untuk kunjungannya. Saya akan usahakan melakukan kunjungan balik. DILARANG menaruh link hidup di kolom komentar. Apabila dilakukan, akan LANGSUNG saya delete. Terima kasih :)

Saat ini blog Jalan-Jalan KeNai sedang diperbaiki tampilannya. Mohon maaf bila terlihat kurang nyaman selama masa perbaikan.